Saya jadi latah untuk membicarakan topik ini, setelah beberapa hari yang lalu melihat acara sejenis talkshow “kickandy” di Metro TV. Saya jadi tergelitik untuk menulis hal ini dalam versi saya. Setelah sedikit mengintip referensi dari internet, saya dapat menuliskan dan mengambil suatu kesimpulan bahwa bayi tabung atau istilah kedokterannya In Vitro Fertilization (IVF), merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu metode untuk mendapatkan keturunan tetapi tidak melalui proses “hubungan suami istri”. Menarik memang…
Pada proses metode bayi tabung atau IVF, yang dilakukan adalah menyatukan sperma dan ovum di luar rahim yaitu dalam sebuah tabung di laboratorium dimana tabung tersebut dikondisikan sedemikian rupa sehingga menyerupai dengan tempat pembuahannya yang asli yaitu rahim wanita, setelah terjadi pembuahan dan menghasilkan embrio maka embrio tersebut seterusnya di suntikkan ke dalam rahim untuk dibiarkan berkembang, selanjutnya si ibu akan hamil dan kemudian melahirkan seorang bayi, seperti Louis Brown yang terlahir dari proses IVF pada tahun 1978 di Inggris.
Fenomena itu membuka jalan bagi pasutri yang mungkin mengalami kendala dalam pembuahan. Karena dengan adanya metode bayi tabung ini, pasutri yang mempunyai masalah secara medis dapat mempunyai keturunan.
Yang lebih menarik lagi… gagasan mengenai bayi tabung ini sudah dimanfaatkan oleh tahanan di palestina, dimana mereka tidak diizinkan untuk meninggalkan penjara untuk menemui istri mereka, sedangkan mereka ingin mempunyai keturunan, so…apa yang mereka bisa lakukan selain memanfaatkan teknologi ini.
Jadi untuk pasutri yang jarak jauh dimana tidak memungkinkan untuk melakukan hubungan suami istri tetapi menginginkan keturunan dapat menerapkan metode bayi tabung ini
Disamping itu, fenomena bayi tabung ini membuat sebagian orang moderat atau liberal yang mempunyai prinsip bahwa perkawinan adalah pengekangan hak, mulai berfikir (atau mungkin sudah melakukan…?) untuk mempunyai keturunan tanpa melewati hubungan suami istri, dimana proses perkawinan bisa dihilangkan atau di delete tetapi tetap dapat mendapatkan keturunan. Prosesnya simple… hanya tinggal ke bank sperma terus memilih metode bayi tabung apa yang akan digunakan, kemudian terjadi kehamilan dan melahirkan seorang bayi, bayi yang lucu…bayi tanpa dosa.
Waaah… kalau seperti ini sudah “membiasa” apa yang terjadi…?? banyak berserakan single parent seantero dunia… dan pasangan lesbi jadi mempunyai solusi untuk mendapatkan keturunan mereka. Peran laki-laki sebagai partner hidup bisa diabaikan secara fisik karena yang diperlukan hanya sperma. Mengerikan sekali yaaa…Tapi kita tidak boleh mengabaikan psikologi anak-anak yang terlahir dari proses “bayi tabung” dengan alasan seperti ini, apakah mereka siap untuk menjalankan kehidupan tanpa pernah mengenal asal muasal mereka??? Bukankah setiap manusia untuk bisa memahami dirinya sendiri harus mengetahui sejarahnya ???
Segelintir peristiwa yang terkait dengan angka 26:
26 Agustus 1883 —– Krakatau meletus, 36.000 orang tewas
26 Juli 1976 — gempa bumi paling mematikan di Tangshan, Cina, 255.000 orang tewas
26 Januari 1951 —- gempa bumi di Portugal, 30.000 orang tewas
26 Juni 2005 pukul 16:23:04 WITA — gempa bumi di Barat Laut Kota Manado. Kekuatan gempa tercatat 6 SR pada kedalaman 94,7 km.
Spesifik tanggal 26 Desember, ternyata lebih banyak:
1. 26 Desember 1932 — gempa bumi di Kansu - Cina, 70.000 orang tewas
2. 26 Desember 1939 — gempa bumi di Erzincan - Turki 41.000 orang tewas
3. 26 Desember 1996 — Greg storm di Sabah, 1000 orang tewas dan ingat,
4. 26 Desember 2003 — gempa bumi di Bam - Iran, 60.000 orang tewas
5. 26 Desember 2004 — gempa bumi & tsunami di Aceh, 150.000 orang tewas
Ada apa dengan dua puluh enam????
Dari Peristiwa alam di atas yang bertepatan dengan tanggal 26… mungkin kita bisa merenung dan mengambil pelajaran dari kejadian itu.
Ini hanya teori saya semata. ya… mungkin…???
1. Dari sudut pandang usia manusia, tahun ke 26 dari umur manusia menunjukkan kedewasaaan, kita disuruh lebih dewasa lagi dengan usia 26.
2. Dari sudut hitungan hari dalam bulan, hari ke 26 merupakan akhir bulan (lebih dikenal dengan bulan tua) yang mungkin banyak godaan untuk bapak–bapak atau ibu-ibu kita (nantinya mungkin kita) yan memegang jabatan atau kekuasaan, yang bisa memanfaatkan hal tersebut untuk menghidupi dapur, dimana bulan tua biasanya uang gaji sudah habis.
3. Dari sudut perkawinan, usia 26 adalah usia yang paling tepat untuk menikah, karena wanita subur adalah pada usia 26 tersebut. Dan untuk yang sudah menikah… usia perkawinan ke 26 itu merupakan sesuatu yang menakjubkan, karena dapat melewati perkawinan yang pasti banyak godaannya.
Dari ketiga sudut pandang di atas, kita sama-sama tau bahwa banyak di dunia ini yang tidak mengindahkan ketiga hal tersebut.
Sudah tua tapi fikirannya masih seperti anak kecil (seperti bos-bos kita, orang disekeliling kita…yaaa mungkin juga termasuk kita sendiri).
Banyak yang memanfaatkan jabatan untuk mengeruk keuntungan sendiri, biasanya justifikasi yang digunakan adalah untuk menghidupi keluarga.
Wanita banyak yang belum menikah (termasuk gw he..he) dan banyak sekali terjadi perceraian padahal usia perkawinan mereka masih muda belia.
Di atas hanya sekedar pemikiran iseng dan mungkin ada benarnya. Yang tau misterinya hanya ALLAH SWT yang membuat kejadian bencana itu ditanggal 26, OK Friends…
Yaaa mungkin dengan pemikiran tersebut kita bisa renungkan bersama dan kita bisa lebih peka lagi. Amin…
Aku menulis renungan ini untuk mengingatkan bahwa begitu banyak perbuatan kita yang mungkin bisa menyakiti orang-orang terdekat kita dan agar kita selalu ingat bahwa hidup ini bukan hanya untuk kita, melainkan untuk melengkapi kebahagiaan orang lain, ya ga friends?
Cobalah merenung…
Merenungi apa yang telah kita perbuat terhadap diri kita
Merenungi tentang apa yang telah kita perbuat terhadap orang-orang terdekat kita
Merenungi tentang apa yang telah kita perbuat terhadap orang-orang disekeliling kita
Adakah perbuatan kita yang membuat hati orang-orang terdekat atau orang di sekelling kita terluka???
Karena…
Hati yang terluka tidak akan pernah hilang selama hidupnya
Hati yang terluka tidak akan sembuh walaupun kata maaf terucap
Kata maaf hanya menyapu bagian permukaannya saja
Sedangkan luka masih cukup menganga
Bukan hati tidak mau memaafkan tetapi luka hatilah yang menolaknya
Jikalau hati terluka, hanya mulut yang bisa memaafkan
Sedangkan hati tidak akan pernah mau menerima
Karena itu sadarlah wahai manusia…
Kita hidup bukan hanya untuk kita
Tetapi kita hidup adalah untuk melengkapi kebahagiaan orang lain
Bukan untuk meniadakan kebahagiaan orang lain
Apalagi untuk meluluh lantakkan kebahagiaan orang lain
Kalau kita bisa merenungi kehidupan…
Kebahagiaan yang paling tinggi adalah melihat orang lain bahagia karena kita berada di sisinya
Renungan ini hanya untuk…
Orang-orang yang mau mengakui kesalahan diri
Orang-orang yang mau meninggalkan kesombongan diri untuk selamanya
Orang yang mau berdamai dengan kenyataan dan berjiwa besar
Apabila telah merenungi dan menyadarinya…
Berdamailah dengan kenyataan
Karena…
Kenyataan yang terjadi adalah sebagian konsekuensi takdir yang kita pilih sendiri
Kalaupun kata maaf tidak dapat memperbaiki kekacauan yang telah terjadi
Hanya kepada Tuhanmu lah Tempat Kembali.
RiniSuryaJuni 2004