Hari ini puasa yang ke 21, alhamdulillah kita sudah hampir menyelesaikan bulan ramadhan, tidak berasa yaaa…:) Semoga amal ibadah kita di bulan romadhan tidak sia-sia… amiiin. Berarti tinggal 9 hari lagi lebaran…dan tentunya cuti bersama akan segera menghampiri kita. Kebetulan lebaran tahun ini saya ambil cuti lumayan lama, 10 hari euy…so….kalau ditotal liburan saya kali ini 3 minggu, bener-bener liburan yang amaaat panjaaang
Sepertinya semua sudah saya selesaikan dengan baik dan tepat waktu, pekerjaan kantor sudah selesai kemaren Jum’at, pesanan sudah dibelikan, baju dan perangkat yang perlu aku bawa sudah di susun ke dalam tas, sekarang tinggal menunggu waktu untuk berangkat. Mom..I am comiiiing…:)
Untuk itu saya pamitan untuk undur diri sejenak yaaa….:)
Dan sekalin mengucapkan mohon maaf lahir batin, baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja, baik itu sikap atau koment ataupun posting yang kurang berkenan mohon dimaafkan yaaa.
Cikcak..cikcak di ding-ding…
diam..diam..merayap
ada seekor nyamuk
HAP..langsung ditangkap…
Itu lagu kesukaan ponakanku pada saat mereka usia dibawah 2 tahun , mulai dari ponakan ku yang pertama yaitu syifa (sekarang udah 8 tahun) sampai dengan ponakan ku yang paling akhir yang sekarang masih berumur 6 bulan yaitu willy. Setiap mereka mendengarkan lagu itu selalu tertawa gembira…
Ternyata lagu sederhana tersebut sangat menarik bagi anak-anak…dimana ya menariknya???
Waaaah ga terasa yaaa hari ini sudah hari ke-2 dari bulan ramadhan… kita sudah melewati berbuka puasa dua kali dan zahur (besok jam 3 pagi) dua kali. Untuk yang berpuasa selamat yaaaa semoga kita dapat menjalankan puasa ini dengan baik dan benar… dan semoga puasa kita diterima oleh Allah… amiiiin
Kebetulan saya ada cerita tentang kata CINTA… ini sih ga ada hubungannya dengan kalimat saya yang di atas…yang di atas cuma kalimat pembuka saja….
Naaah kemaren ada kejadian yang menarik…. berawal dari kata CINTA yang tertulis dalam sebuah bacaan… nah dari situlah berawal obrolan antara saya dan ponakan saya. Nama ponakan saya itu syifa salsabila… usianya 8 tahun…Saya pengen insert foto dirinya tetapi berhubung koneksi lambat..so..ga bisa-bisa…akhirnya hanya ceritanya saja….
Obrolan yang terjalin seperti ini:
Syifa: ulin tau ga arti cinta apa…?
Saya: yaaa ulin ga tau..emang syifa tau…?
Syifa: tau… cinta itu sebenarnya singkatan Lin….
Saya: emang iya? apa coba?
Syifa: masa ulin ga tau…payah ni ulin ga tau kepanjangan CINTA,
Saya: beneran ulin ga tau….udah cepetan
Syifa: dengerin ya lin…..C itu cayang, I itu indah, N itu nature, T itu tenang dan A itu aman.
Dalam hati saya, bisa-bisanya anak kecil ini tau….terus saya nanya balik,
Saya: kalau yang lain nya ulin ngerti, tapi…. kenapa N itu Nature
Syifa: Nature itu berarti alami…tidak dipaksakan…gitu liiin
Saya: Oooo gitu ya… syifa…syifa….
Saya takjub dengan obrolan tersebut, selama ini kan saya bingung untuk mendefinisikan cinta itu apa sih…eeeeh taunya ponakan saya yang masih muda belia dengan ringannya menguraikannya satu persatu meskipun saya yakin dia hanya menghafal kata tersebut yang mungkin berasal dari mana saya tidak tahu persis dan saya yakin dia tidak memahami maknanya.
Tapi dari obrolan itu saya bisa menyimpulkan yang namanya cinta sekarang…Meskipun cinta versi ponakan saya….
Dengan adanya cinta…maka rasa Sayang akan muncul, semuanya terlihat Indah, dan ingat cinta itu tidak dipaksakan bersifat alami (Nature)… berjalan apa adanya dan apabila kita mencintai seseorang kita merasa Tenang dan Aman bersamanya….
Jadi….sudahkah kita menemukan cinta kita..???…
Bermula dari keisengan mengumpulkan voucher mentari yang saya beli. Saya mengumpulkannya dari semenjak menggunakan kartu mentari yaitu bulan April tahun 2003. Naaah kemaren malam saya bersih-bersih dan melihat voucher yang sudah saya kumpulkan sekian lama dan iseng-iseng menghitung nya, pengen tau aja berapa sih uang yang telah dikeluarkan untuk ini. Kemudian saya konvert ke dalam rupiah, detailnya dapat dilihat di bawah ini:
- voucher 10 ribu : sebanyak 4 : 4 x 12.000,-= Rp 48.000,
- voucher 25 ribu : sebanyak 14: 14 x 27.000,-= Rp 378.000,
- voucher 50 ribu : sebanyak 29: 29 x 52.000,-= Rp 1.508.000,
- voucher 100 ribu : sebanyak 16: 16 x 102.000,-= Rp 1.632.000,-
Kalo ditotal voucher yang sudah saya gunakan sampai bulan September 2006 (hampir 3,5 tahun) ke dalam rupiah adalah sebanyak 3.566.000,-. Waaah lumayan juga yaaa kalo di tabung he he, lumayan bisa dapet buat nambah-nambah renovasi rumah ato buat liburan kali yaaaa …:)
Tapi ntar dulu…, uang sebanyak itu saya gunakan bukannya tanpa tujuan tapi bertujuan untuk berkomunikasi dan seperti kita ketahui bersama bahwa komunikasi merupakan salah satu cara untuk menyeimbangkan jiwa dengan melepaskan ketegangan yang menghimpit jiwa melalui bahasa yang terjalin antara dua manusia sehingga jiwa kita menjadi seimbang kembali…:)
Makanya keisengan saya muncul lagi, saya pengen tau apakah saya termasuk orang boros atau tidak….Makanya angka tersebut (3.566.000,-) saya bagi dengan 41 bulan yaitu dari bulan April 2003 sampai September 2006. Ternyata… saya tidak boros-boros banget dalam menggunakan pulsa, karena kalo dirata-ratakan untuk setiap bulannya saya mengeluarkan Rp. 86.975,61 atau kalo dibulatkan… menjadi Rp. 87.000,- tidak sampai 100 ribu kaaan???
Jadi… kesimpulannya saya termasuk yang hemat doooong…:)
Senang rasanya mendapatkan kesimpulan yang melegakan…:)
Jakartaaa…Jakartaa… temen saya sering mengungkapkan kata-kata tersebut kalau melihat keganjilan yang menurut dia tidak ditemukan dimana-mana kecuali
Jakarta. Salah satunya adalah melihat life style masyarakat Jakarta dalam berpakaian atau kebiasaan mereka sehari-hari.
Memang siiih, saya akui masyarakat Jakarta dipaksa untuk konsumtif, bayangin aja pembangunan mall dimana-mana… di setiap penjuru kota di Jakarta berdiri Mall, Plaza, Trade Centre, dan supermarket. Jadinya… untuk mendapatkan pakaian demi penampilan dan gaya bisa didapatkan dengan mudah, dari harga termurah sampai termahal pun tersedia J
Dan tidak disangkal lagi bahwa masyarakat Jakarta suka latah…suka ikut-ikutan biar tidak dibilang kampungan atau ketinggalan zaman. Contoh konkretnya memakai jaket hitam, coba saja perhatikan sekarang ini 9 dari 10 laki-laki memakai jaket hitam untuk ke kantor, bener-bener latah. Saya akui sih memang mereka kelihatan lebih gagah tapi…gimana yaaa J. Pikiran positifnya sih mungkin mereka memakai itu untuk melindungi pakaian mereka dari debu atau dari lecek atau… hanya sekedar gaya??? Hanya mereka yang tau
Naaah…kalau teman saya ini mencoba ikutan latah dengan menggunakan earphone yang disambungin ke HP atau mp3 player yang saat ini banyak sekali kita jumpai di Jakarta. menurut dia satu dari 10 orang Jakarta, eksmud (baik wanita atau laki) menggunakan yang namanya earphone. Yang menarik dari peristiwa ini… dia sangat anti pati dengan kehidupan ataupun masyarakat Jakarta. Dimata dia… masyarakat Jakarta itu korban dari kehidupan yang memaksa mereka untuk Ja’im, bukan apa adanya, tapi apa yang terjadi??? dia sendiri melakukan ke ja’iman tersebut, ikut-ikutan latah memakai earphone. Lebih lucunya lagi… ternyata dia bukan memakai earphone dari HP atau mp3 tapi apa coba???? earphone tanpa ada sambungan ke HP ataupun ke mp3, jadi Cuma earphone nya ajaH….. Awalnya sih saya heran, kok dia pake earphone… tapi Hp nya ada di pinggang… dan setahu saya… dia ga punya yang namanya mp3 player, naaah..saking penasarannya saya nanyakan apa lagunya? Terus dia bilang tarik aja, terus saya tarik dari sakunya, ternyata ga ada sambungannya kemana-mana jadi cuma earphonenya saja, hanya kabel… dasar….gila, iseng bangeeeet. Saya langsung ngakak, kok bisa yaaaa….dari tadi keliatannya serius dengerin sesuatu tau-taunya ….boongan…:)
Dari cerita dia, ternyata dia melakukan itu bukan mau ikutan latah tapi dia iseng aja, ingin membohongi publik, he he ada-ada aja ya, dan ternyata dia berhasil dengan sukses…salut…salut atas kegilaan dia…:)
Semenjak peristiwa itu saya jadi senyum-senyum sendiri setiap melihat ada yang memakai earphone jangan..jangan..mereka cuma membohongi publik…seperti temen saya itu.
“Engga semua yang lu liat itu bener adanya” Itu kata yang tepat untuk mengekspresikan suatu fakta, dimana apa yang kamu lihat selama ini baik-baik saja… ternyata malah sebaliknya.
Karena engga semua orang memperlihatkan ekspresi yang sesungguhnya.
Banyak kemunafikan yang terlihat. Tanpa disadari terkadang kita sendiri juga melakukan hal ini.
Wajah-wajah yang kita lihat setiap ari, yang memperlihatkan senyum, memperlihatkan kebahagiaan, semua itu belum tentu seperti adanya. Mungkin mereka atau juga termasuk kita mempunyai alasan untuk memperlihatkan wajah atau sikap munafik, mungkin hanya untuk membuat orang disekeliling kita senang, atau sekedar untuk menjaga hubungan pertemanan tetap baik, atau mungkin saja membuat hubungan kita dengan atasan tetap harmonis. Kalau dibuat suatu questioner…mungkin akan ditemukan seribu satu macam alasan seseorang memperlihatkan kemunafikannya.
Untuk itu di dunia yang fana ini dilarang naif, karena tidak semua yang kamu liat itu bener adanya. Tertipu dengan apa yang tampak tapa menyadari kejadian apa yang sebenarnya terjadi. Menyedihkan memang menjadi orang yang naif atau malah sebaliknya??? Naif merupakan alternatif pilihan sikap untuk menghadapi orang-orang munafik seperti di atas, sehingga hidup aman, tentram dan nyaman, tanpa perduli kejadian apa yang sebenarnya terjadi????
Entahlah…..
Hari ini Senin…
Hari dimulainya pekerjaan yang belum terselesaikan di minggu kemaren.
Hari yang mungkin akan dijadikan star poin bagi sebagian orang untuk melangkah kepada keputusan yang mungkin sangat teramat penting dalam kehidupannya
Hari yang mungkin dijadikan star poin untuk melangkah lebih cepat dalam mencapai target.
Hari dimana kemacetan akan lebih dahsyat dari hari biasanya, tidak tahu kenapa, tapi mungkin karena hari senin semuanya berlomba untuk menjadi nomor satu sampai tujuan, karena energi masih cukup banyak untuk melakukan sesuatu.
Hari dimana aura libur akhir pekan masih kuat mempengaruhi benak dan raga
Dimana 2 hari ini kita sudah terbiasa mengistirahatkan semua pikiran dari rutinitas dan
hari ini kita dipaksa untuk fokus kepada apa yang 2 hari ini kita tinggalkan sejenak.
Sampai dunia berakhir semuanya akan berjalan seperti ini.
Hanya kita yang bisa mewarnai dengan berbagaimacam selingan yang berarti
Enjoy with your life and work.
Lelap sekali dia tidur, tanpa beban… tanpa fikiran… sepertinya lepas bebas tanpa ada yang menggelayut dalam benak.
Ingin sekali saya tidur seperti itu…., terjatuh dalam ketidaksadaran yang misterius.
Mungkin dia sedang bermimpi berada disatu tempat yang entah dimana…, disana ada kuda terbang yang membawanya menjelajahi angkasa yang hanya ada keheningan, bintang dan benda langit lain yang unik.
Atau…mungkin dia sedang terbang ke langit ke tujuh bersama peri-peri kecil yang sedang bernyanyi dengan lembut untuk menjaga tidur nya hingga esok pagi menjelang.
Berhubung besok ini akhir pekan yang paling lamaaaaa
So…. saya bisa mewujudkan impian untuk tidur seperti ponakan saya untuk melepaskan kepenatan yang akhir-akhir ini menggelayuti raga……
Selamat berakhir pekan semuaaaaa…
Dalam renunganku yang berakhir pada sebuah pertanyaan…
Apakah kita harus punya satu alasan yang kuat untuk mencintai seseorang dengan kata lain memberikan hati kita kepada seseorang. Bukankah cinta tidak memerlukan alasan dan cinta juga tidak memerlukan persyaratan.
Cinta itu mutlak…karena cinta adalah urusan hati, hati yang memilih kemana rasa cinta dijatuhkan